Memperoleh Komitmen Untuk Mencapai Tujuan Positif

Standard

Tidak cukup anda mempunyai dan menyampaikan visi yang cemerlang bagi organisasi, anda perlu mendapatkan komitmen untuk mencapai tujuan yang positif. Sayangnya, komitmen adalah sesuatu yang sulit dipahami. Dalam suatu organisasi orang-orang ingin sekali mengembangkan kebebasan pribadi, namun mereka juga ingin terlibat dalam kerja sama tim. Kedua hal yang tampaknya bertolak berlakang ini hanya bisa ditautkan secara berhasil dengan satu kata, komitmen. Yaitu keinginan dari para anggota organisasi untuk bersatu bersama-sama mencapai tujuan. Maka, setelah anda menentukan “gunung” untuk didaki, kini anda bertugas membangkitkan semangat dan komitmen untuk memulai pendakian itu. Berikut, 10 langkah untuk mendapatkannya.

1–Menangkan para pelaksana organisasi anda.

Siapakah yang anda andalkan untuk mencapai tujuan organisasi anda? Anda mengandalkan pada para pelaksana, yaitu orang-orang yang bekerja mewujudkan visi dan tujuan organisasi. Merekalah yang harus anda menangkan. Berikan pekerjaan yang mereka sukai, ciptakan keberhasilan bagi mereka, jadikan mereka sebagai model dan pembawa budaya. Susunlah rencana khusus untuk mendorong mereka meyakini visi anda. Mereka adalah para inspektur lapangan, manajer lini, kapten di lapangan, atau pemimpin informal.

2–Rencanakan bagaimana anda memenangkan orang-orang “biasa”.

Ada banyak orang-orang “biasa” dalam suatu organisasi. Mereka adalah para pekerja di pabrik, kantor, atau jalan. Meski begitu, sesungguhnya mereka itu pekerja keras, cakap, dan sungguh-sungguh, yanng telah biasa serta cocok berfungsi dalam organisasi berbirokrasi besar. Anda harus memenangkan mereka. Perhatikan kelompok-kelompok pekerja. Ketahui apa kelebihan masing-masing kelompok itu. Dan, bagaimana anda bisa meraih kelompok tersebut. Anda tidak mungkin bisa menemui semua orang, namun anda bisa mencari cara terbaik agar bisa bertemu dengan kelompok tersebut.

3–Didiklah orang-orang anda tentang sesuatu yang terjadi di dunia.

Visi anda harus ditunjang dengan informasi mengenai kecenderungan apa yang sedang terjadi di dunia ini yang harus anda sebarkan pada orang-orang anda. Ini akan menumbuhkan kesadaran mengenai makna perubahan dan urgensi untuk mempunyai suatu visi yang jauh ke depan agar kita tidak terombang-ambing dalam perubahan. Maka, didiklah karyawan anda tentang apa yang terjadi di dunia ini.

4–Ciptakan rasa ikut memiliki.

Setelah menumbuhkan kesadaran dari karyawan, ajaklah karyawan untuk terlibat. Mintalah karyawan anda untuk mengusulkan perbaikan pelayanan dan kerja. Jangan khawatirkan dengan situasi sulit. Justru seringkali situasi sulit malah mendorong karyawan anda bersedia bekerja sama untuk menciptkan masa depan yang lebih baik.

5–Komunikasikan visi anda pada orang-orang anda.

Bila rasa ikut memiliki telah muncul, kini tiba saatnya anda mengkomunikasikan visi anda. Tujuan dari langkah ini adalah agar karyawan mau berkata, “Kami setuju. Kami melihat manfaatnya. Kami ingin melakukannya.” Komunikasikan visi anda dengan cara yang menarik, sederhana, dan terlihat jelas oleh orang-orang anda.

6–Tunjukkan manfaat keberhasilan.

Anda harus memberikan “imbalan” dalam visi anda; yaitu manfaat keberhasilan dari visi tersebut. Dan, ini harus nyata. Karena orang akan melakukan yang terbaik bila tahu, ada imbalan yang nyata. Imbalan inilah yang menumbuhkan loyalitas dan komitmen untuk mencapai tujuan tersebut.

7–Pastikan orang-orang anda mengetahui peran mereka dalam mewujudkan tujuan.

Jangan hanya mengiming-imingi orang dengan tujuan dan manfaat, tetapi berikan petunjuk praktis sehingga setiap orang tahu apa peran mereka dalam misi itu. Kejelasan akan peran ini melahirkan kepercayaan diri pada setiap anggota organisasi. Dan, pada akhirnya akan menciptakan tujuan.

8–Jelaskan kerja keras yang harus dilakukan.

Jelaskan pula kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi. Tidak ada sesuatu yang mudah, selalu saja ada kendala. Jelaskan kendala-kendala itu. Imbangi dengan menjelaskan apa yang akan terjadi jika organisasi anda tidak berubah, sekaligus tuntutan kerja apa yang harus dilakukan untuk tetap berada di jalan tujuan yang benar.

9–Mintalah komitmen dari orang-orang anda.

Anda memang tidak bisa mendatangi seseorang lalu meminta komitmennya. Anda hanya bisa melakukan itu bila dibarengi dengan kerendahan hati. Mintalah masukan dari karyawan. Bila ada tanggapan gagasan konkret, maka terapkan dan tindak lanjuti. Tunjukkan keberhasilan yang dicapai. Dengan demikian anda berarti telah mendapatkan komitmen. Komitmen ditunjukkan bila orang tidak didesak melakukan pekerjaan, namun mereka sendirilah yang memilih untuk melakukannya.

10–Raihlah keberhasilan nyata lebih awal.

Lakukan suatu perubahan yang tampak nyata namun mudah. Misal, dengan melakukan perubahan fisik. Dengan demikian orang akan melihat adanya keberhasilan secara nyata. Lakukan itu di depan agar orang bisa merasakan adanya perubahan. Namun jangan merasa semuanya telah selesai, justru di depan anda telah menanti sesuatu yang lebih besar: pelaksanaan yang sungguh-sungguh.

(Mike Pegg, Positive Leadership)

Stopper:

Saya yakin bahwa kebahagiaan adalah satu-satunya tujuan hidup manusia. Apakah seseorang beragama atau tidak, apakah ia menganut agama ini atau agama itu, yang jelas kita semua sedang mencari peningkatan mutu hidup.
Saya pikir, hidup ini sedang mengalir menuju kebahagiaan.
(Dalai Lama)

Nilai-nilai dasar kemanusiaan seperti kebajikan, kasih, kepedulian dan kebersamaan – inilah intisari spiritualitas. Apakah anda beragama atau tidak, mempercayai agama ini atau agama itu, intisari spiritualitas ini masih bisa diterima dan dipraktekkan. (Dalai Lama)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s