Serunya Menjadi Kandidat di Parlemen Muda Indonesia

Standard

Pada tulisan kali ini mungkin bisa dibilang sambil menyelam minum air. Kenapa ? Karena pada tulisan ini saya akan sedikit berbagi pengalaman saya kepada pembaca sekaligus sebagai tugas dari mata kuliah ilmu sosial dasar yang untuk tugas ini bertemakan demokrasi

Sebagai gerenasi penerus bangsa, kita harus sudah mengetahui apa yang harus kita lakukan untuk negeri kita ini. Tidak harus menunggu menjadi presiden atau anggota DPR/MPR. Semuanya sudah bisa kita fikirkan dan bergerak sesuai dengan kapasitas kita saat ini untuk ikut berpartisipasi membangun bangsa Indonesia lebih baik dan juga kita harus peka terhadap isu-isu yang berkembang di dalam negeri maupun luar negeri yang berdampak bagi bangsa kita saat ini. 
Ketertarikan saya dan juga munculnya rasa peduli dan simpati terhadap hal-hal yang terjadi di negeri ini mulai muncul sejak saya duduk di bangku sma kelas 2. Untuk menyalurkan aspirasi saya terhadap bangsa ini, saya terpilih dan menjadi perwakilan Provinsi Aceh bersama teman-teman saya lainnya di ajang perkumpulan para pelajar se-Indonesia, Forum Pelajar Indonesia. Di Forum Pelajar Indonesia ini para pelajar yang terpilih dari setiap provinsinya akan berdiskusi dan berfikir kritis mencari solusi terhadap apa yang terjadi di daerahnya pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Tidak hanya berdiskusi antar sesama pelajar, disini juga kita diberi kesempatan untuk beraspirasi di depan para pemimpin dan petinggi bangsa ini. Untuk melihat keseruan acara Forum Pelajar Indonesia yang saya ikuti, silahkan lihat video ini.

 Sepulang dari event Forum Pelajar Indonesia yang rutin digelar setiap tahunnya di Jakarta tersebut, saya semakin kritis dan ingin “menaikkan level” ke yang lebih tinggi lagi terhadap minat saya ini yang seharusnya semua generasi muda harus ikut bepartisipasi.

Beberapa bulan kemudian saya mendaftarkan diri di Parlemen Muda Indonesia. Mungkin kalau bahasa kerennya DPR kecil-kecilan🙂 Parlemen Muda Indonesia adalah sebuah gerakan sosial berupa pendidikan demokrasi dan politik yang didedikasikan untuk para pemuda. Parlemen Muda Indonesia diselenggarakan oleh sebuah organisasi independen yang bernama Indonesia Future Leaders (IFL). Puncak dari acara Parlemen Muda Indonesia ini adalah sidang Paripurna Majelis Parlemen Muda di Jakarta yang dihadiri perwakilan atau kandidat terpilih dari setiap provinsi di Indonesia. Di sidang Paripurna Majelis Parlemen Muda, seluruh kandidat masing-masing daerah akan memaparkan masalah-masalah yang ada di daerahnya masing-masing dan akan ada tanggapan dan sanggahan solusi dari anggota sidang lainnya.

Pada tahap awal, seluruh peserta diharuskan mendaftar secara online melengkapi segala identitas dan juga harus memaparkan secara kritis apa saja masalah-masalah yang timbul di daerah masing-masing dan juga ikut berkomentar bagaimana kinerja pemerintah daerah pada khususnya dan pemerintah pusat pada umumnya dalam penanggulangan masalah tersebut.

Setelah itu ditentukanlah maksimal 5 kandidat dari masing-masing daerah yang selanjutnya akan ada 1 kandidat perwakilan dari masing-masing daerah untuk mengikuti sidang Paripurna Majelis Parlemen Indonesia di Jakarta. Nah untuk memilih yang paling terbaik dari pilihan terbaik untuk mewakili daerahnya, dilakukan sistem pemilihan umum (pemilu) untuk menentukan siapa kandidat yang akan mewakili daerahnya. Ya sistem pemilu digunakan karena pemilu merupakan salah satu tonggak berdirinya sistem politik demokrasi.

Tata cara pemilihan umum atau pemilu ala Parlemen Muda Indonesia hampir sama dengan pemilu yang biasanya dilaksanakan di Indonesia, yaitu menggunakan kertas surat suara. Jika pada pemilu sebenarnya kertas surat suara berisi nama dan atau foto dari calon anggota parlemen ataupun calon presiden dan calon wakil presiden, maka di surat suara ala Parlemen Muda Indonesia hanya bertuliskan seperti ini:

Surat suara Pemilu Parlemen Muda Indonesia Prov. Aceh punya saya😀

Mekanismenya ialah, dari kelima kandidat terpilih harus mencari suara terbanyak yaitu para pemilih boleh bukan berasal dari provinsi yang sama dengan kandidat tersebut. Jika pada pemilu pada umumnya para pemilih masuk ke bilik suara dan mencoblos surat suara, di pemilu Parlemen Muda Indonesia berbeda. Dengan mengandalkan perkembangan social media facebook, maka para kandidat harus mengupload foto bukti masyarakat mendukung dan memilihnya sebagai wakil dari provinsi tersebut.

Para pemilih di pemilu Parlemen Muda Indonesia

Jika ingin melihat para peserta pemilu yang mendukung saya di pemilu Parlemen Muda Indonesia 2012, silahkan klik disini.

Selain mengupload seluruh suara pemilu ke page facebook, para kandidat juga mendapatkan tugas untuk mengkritisi masalah kesehatan, pendidikan, dan lingkungan dengan deadline akhir postingan yang berbeda.

Dengan mengikuti Parlemen Muda Indonesia ini, saya mendapatkan banyak pengalaman dan pembelajaran baru. Mulai dari gimana cara menarik simpati orang lain untuk memilih saya, bekerja sama dengan baik dengan tim sukses (meskipun tim suksesnya tidak mendapat apa-apa, namun rasa pertemanan sejati dan persahabatan akan muncul), dan juga saya menjadi lebih tau apa tanggapan-tanggapan serta harapan warga masyarakat terhadap kinerja pemerintah. Semoga saja semakin banyak generasi muda yang melek dan peka terhadap bangsanya saat ini dan ikut berfikir positif untuk memajukan bangsa yang kita cintai ini.

———————————————–
Tulisan ini adalah salah satu tugas mata kuliah Ilmu Sosial Dasar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s