Diskriminasi dan Rasisme di Indonesia

Standard
Ngomongin permasalahan yang ada di negeri tercinta ini ga ada habis-habisnya yaa😀 Mungkin ini semua takdir Tuhan agar seluruh umat manusia di negeri ini bisa memetik pelajaran dari semua persoalan dan permasalahan yang silih berganti menimpa bangsa ini.
Kali ini saya akan membahas mengenai Diskriminasi dan Rasisme di Indonesia. Mengintip sedikit di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), diskriminasi berartikan pembedaan perlakuan terhadap sesama warga negara, yang bisa berdasarkan perbedaan jenis kelamin, rasial (perbedaan warna kulit), kedudukan sosial, dan rasisme atau segolongan ras tertentu yang menganggap bahwa rasnya itulah yang paling unggul dibandingkan dengan golongan ras lainnya. 
Intinya segala sesuaitu yang membedakan dan menjauhkan serta memperlakukan tidak adil kepada suatu individu ataupun kelompok/golongan tertentu bisa berdasarkan jenis kelamin, kedudukan sosial, ras, agama, kondisi fisik, dan lainnya itulah diskriminasi. Sedangkan membedakan dan menjauhkan ataupun mencemoohi seseorang atau suatu kelompok/golongan tertentu berdasarkan ras, suku, dan ataupun warna kulit itu disebut rasisme. 
Di Indonesia yang sering terjadi ialah diskriminasi dalam keluarga; diskriminasi dalam tempat kerja; diskriminasi kebijakan, undang-undang, dan pelayanan; diskriminasi jenis kelamin; dan yang paling heboh dan sering ialah diskriminasi agama. 
Ternyata secara tidak langsung disadari atau tidak, tayangan iklan di televisi banyak yang mengandung unsur rasisme ! Banyak iklan-iklan yang telah meracuni pikiran warga masyarakat bahwa kecantikan itu terlihat dari orang yang berkulit putih. Para pembuat iklan menanamkan image bahwa kulit putih itu mempunyai ‘nilai tinggi’, lebih berkelas, lebih keren, dan lain sebagainya. 
Saat dimana negara-negara lain merendahkan bahkan meminimalisir topik-topik yang berhubungan dengan warna kulit. Bahkan di dunia sepak bola sangat mendukung anti rasisme terutama menyangkut warna kulit, baik antar pemain sepakbola, pemain-official pertandingan, dan juga supporter atau pendukung dan pemain. Di Indonesia ? Di negeri kita tercinta ini topik tersebut malah “diangkat ke permukaan” bahkan legal untuk ditayangkan di televisi dan berhasil mendokrin para remaja-remaja pada khususnya. Sungguh tidak ironis😦

————————————————————————————————
Tulisan ini adalah salah satu tugas mata kuliah Ilmu Sosial Dasar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s